Ketika mendengar kata kue serabi, hal yang terlintas pertama kali adalah olahan jajanan tradisional yang berasal dari Kota Solo atau Kota Bandung. Namun, di wilayah Kabupaten Batang, tepatnya di Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem terdapat salah satu olahan kue serabi yang khas dan sedikit berbeda dengan olahan kue serabi yang sering kita jumpai.
Jika dilihat dari penampilannya, serabi Kalibeluk ini mempunyai ukuran yang cukup besar, yaitu berdiameter sekitar 10 centimeter. Sedangkan serabi dari daerah lain mempunyai ukuran yang lebih kecil. Selain ukurannya, serabi satu ini juga mempunyai keunikan tersendiri. Yaitu hanya dibuat oleh orang-orang yang masih punya ikatan persaudaraan. Atau bisa dikatakan serabi ini hanya bisa dibuat oleh turun temurun yang masih punya ikatan darah.
Dibalik legit dan gurihnya kudapan tradisional yang berasal dari Kota Batang, kue serabi kalibeluk ini memiliki sisi sejarah dan cerita unik yang melekat di dalamnya. Dari cerita yang beredar, pembuatan kue serabi ini sudah bermula sejak zaman Mataram.
Asal usul kue serabi yang melegenda ini ternyata ada sosok pelopor pembuat Serabi Kalibeluk yang bernama Nyai Randinem. Dia adalah seorang wanita cantik yang kali pertama membuat dan menjual kue serabi tersebut.
Resep kue serabi ini dia dapatkan dari Ki Ageng Cempaluk dari Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Ki Ageng Cempaluk adalah ayahanda dari Tumenggung Bahurekso yang merupakan Senopati Kerajaan Mararam Islam. Dia dikenal sebagai sosok pembuka jalan di Alas Roban yang kini dikenal angker.
Nyai Randinem mendapat wejangan dari Ki Ageng Cempaluk bahwa dengan keahlian membuat serabi, dirinya akan hidup penuh berkah dan berkecukupan. Perkataan Ki Ageng Cempaluk membuahkan hasil di mana keturunan Nyai Randimen berhasil memasarkan kue Serabi Kalibeluk Batang hingga sekarang. Bahkan ada mitos bahwa kue serabi buatan keturunan Nyai Randinem memiliki cita rasa yang khas. Rahasia cita rasa yang khas dan menarik ini hanya diketahui oleh garis keturunan Nyai Randinem.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar